Inilah Sejarah Letusan Gunung Papandayan Dari Tahun Ke Tahun

Gunung Papandayan memiliki sejarah letusan yang panjang dari tahun ke tahun. Memang sudah banyak yang mengulas mengenai sejarah gunung ini, namun tidak ada salahnya jika saya mengulas kembali dan mebagikannya kepada teman-teman.


Dapat dilihat dari data Jauh sebelum orang-orang Belanda menemukan gunung ini, masyarakat setempat telah sering melintasi G. Papandayan untuk membawa tembakau, garam, sayuran dan hasil-hasil bumi lainnya. Jalur ini merupakan jalan terdekat yang menghubungkan dataran tinggi Pengalengan Bandung dengan lembah Garut.

Nama Papandayan, berasal dari bahasa sunda “Panday” yang berarti pandai besi. Dahulu, ketika masyarakat melintasi gunung ini, sering terdengar suara-suara yang mirip keadaan ditempat kerja pandai besi, suara itu berasal dari kawah yang sangat aktif. Demikianlah gunung ini kemudian dinamakan Papandayan oleh masyarakat disekitar gunung ini.

Sejarah Letusan Gunung Papandayan

Data aktivitas
Kegiatan gunungapi Papandayan yang tercatat dalam sejarah, yakni sejak tahun 1772
hingga tahun 1927, perinciannya adalah sebagai berikut1) :

  • 1772 11-12 Agustus, terjadi letusan besar dari kawah pusat, awan panasyang dilontarkan memakan korban jiwa lebih kurang 2951 orang dan menghancurkan 40 buah perkampungan.
  • 1882 28 Mei, terdengar suara gemuruh terus menerus dari arah utarakampung Campaka Warna, diduga berasal dari G. Papandayan
  • 1923 11 Maret, terjadi letusan lumpur beserta lontaran batu-batu dilontarkan hingga jarak 150 m. Terdapat 7 buah lubang letusan dalam Kawah Baru dan letusan ini didahului oleh gempa bumi yang terasa di Cisurupan.
  • 1924 25 Januari, Kawah Mas suhunya naik dari 364o menjadi 500o, kemudian terjadi letusan lumpur di Kawah Mas dan Kawah Baru. 16 Desember, terdengar suara gemuruh dan ledakan dari Kawah Baru, hutan di sekitar kawah menjadi gundul karena tertimpah bahan lontaran (batu dan lumpur). Bahan lontaran tersebut dilontarkan ke arah timur, dan lumpurnya hampir mencapai kampung Cisurupan.
  • 1925 21 Pebruari, terjadi letusan lumpur pada Kawah Nangklak, disusul dengan semburan lumpur disertai dengan emisi gas kuat.
  • 1926 Terjadi letusan preatik (mengandung lumpur dan sulfur) di Kawah Mas.
  • 1927 Di Kawah Mas terjadi letusan preatik yang terdiri dari lumpur bercampur belerang. Di kawah Baru, terjadi letusan lumpur belerang.
  • 1928 16-18 Februari, terjadi kenaikan temperatur di Kawah Mas.
  • 1942 15-16 Agustus, Di Kawah Mas terbentuk kawah baru.
  • 1993 15 Juli, Di Kawah Baru terjadi peristiwa letusan lumpur
  • 1993 - sekarang Kegiatan G. Papandayan terbatas pada kepulan asap fumarola dan solfatara serta bualan lumpur dan air panas di sekitar Kawah Mas dan Kawah Baru (kawah termuda G.Papandayan).
Karakter Letusan

Karakter letusan Gunung Papandayan, adalah berupa erupsi eksplosif preatomagmatik berskala menengah (dimanifestasikan oleh sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik). Secara berangsur, kekuatan erupsi Gunung Papandayan melemah dan cenderung menghasilkan erupsi epusif magmatik (dimanifestasikan oleh sejumlah leleran lava berkomposisi andesit /andesit basaltik).


Periode Letusan 
 
Periode letusan Gunung Papandayan berkisar antara 1 dan 151 tahun, dengan rincian berikut:
setelah meletus pada tahun 1772, letusan berikutnya adalah tahun 1923. Setelah letusan 1923, ritme letusan semakin sering, yakni pada tahun 1924, 1925, dan terakhir pada tahun 1926. Setelah tahun 1923, tidak terjadi lagi letusan dari Kawah Mas (kawah pusat termuda
Gunung Papandayan)2).

Tipe Letusan
 
Tipe letusan Ggunung Papandayan adalah letusan eksplosif (pada awal pembentukkan, dimanifestasikan dengan sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik) dan letusan epusif (dimanifestasikan dengan sejumlah leleran lava berkomposisi andesit �� andesit basaltik)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment